Oleh : Sigit Suryono
Tengadah di kaki langit, memandang awan-gumawan yang berarak. Seekor camar meliuk menukik menyusuri pusaran angin. Merentangkan sayap kecilnya, lepas bebas meluncur menderu, menjelajahi setiap ujung pandang. sebuah keleluasan murni alami selaras lembut menyusuri ketinggian, memandang segala keindahan, sebuah bentangan cakrawala luas tak berbatas.
