PENGANTAR PENERJEMAH
Ada seorang sahabat yang bertanya kepada saya mengenai hakekat ajaran Zen Rinzai seperti yang tertulis pada artikel berjudul "Pesan-pesan Zen dari Rinzai" yang saya terjemahkan beberapa tahun lalu.
Saya jawab: "Rinzai memang bodoh. Seharusnya dia menampar pipinya berulang kali dan mementung kepalanya sendiri yang keempat kali dengan tongkat kayu gurunya, Huang-po, sebelum membabarkan Dharma. Sayang sekali, semua orang kini justru cuma membaca omong kosongnya yang dianggap sebagai Dharma, tanpa pernah sekali pun merasakan getokan tongkat kayu Huang-po di kepalanya."