Aku menatap kebawah dan melihat bayangan seekor burung pipit yang sedih dan lemah, selalu mengepakkan sayap-sayap kecilnya menerpa angin, dan saat butiran-butiran pasir beterbangan menghunjam tubuhnya ia berjuang dengan segenap kemampuannya untuk tetap terbang, membungkukan tubuhnya yang telah letih.
