03 July 2010

Wahai Tuan Penceramah Yang Terhormat Hanya Cinta Solusinya


Ditulis oleh : Su Rahman.

Tahukah kamu
Wahai tuan penceramah yang terhormat
Ucapan tuan telah menciptakan
Sebuah tembok
Yang menyekat insan
Di dalam ruang gelap nan pengap lagi sempit


Aku tak keberatan

Tuan ajarkan anak negeri ini
Peraturan dan kebijaksanaan dari negeri orang
Tapi ingatlah wahai Tuan penceramah
Ini Indonesia

Jikalau sebegitu hebatnya

Mengapa tuan tak pergi saja ke negeri itu
Dan menetap di sana
Dalam damai
Dan keteraturan
Seperti yang tuan gemborkan

Berhentilah wahai tuan penceramah yang terhormat

Berhentilah menciptakan dinding pemisah antar umat
Lihatlah tuan
Di balik perbedaaan kita adalah Satu
Kita adalah ciptaan Tuhan
Biarlah Tuhan
Yang menghukum jikalau
Mereka kafir
Jikalau Aku Murtad

Lihatlah Tuan

Lihatlah dengan mata hati
Bahwa kita
Semua

Adalah ciptaan Tuhan

Kita berasal dari rahim-Nya.
Haruskah tangan tuan
Menghancurkan
Apa yang Tuhan Ciptakan ?.

Pernahkah kita semua berpikir kenapa Allah mencipkan kita dalam beraneka ragam warna kulit, dalam beraneka ragam suku, dalam beraneka ragam bahasa, jikalau kita mencari jawabanya di dalam Alquran tidak lain dan tidaklah bukan agar kita dapat saling berkerja sama dan saling sayang menyayangi.


Kebinekaan adalah keniscayaan, Kebhinekaan adalah kehendak Allah. Oleh karanya kita harus merubah pandangan kita terhadap agama, kita harus merubah cara kita beragama. Sebagai individu agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku, aku meyakini agamaku begitu juga kamu yakinilah agamamu, namun sebagai manusia aku akan berkerjasama dengan mu untuk mencipkan perdamaian di dunia ini, menjadikan dunia ini sebagai tempat yang lebih indah untuk dihuni.


Lupakan cara-cara lama yang penuh dengan kekerasan, kita sudah mencoba dengan segala macam cara hasilnya perpecahan dan peperangan, kenapa kita tidak mencoba dengan cinta, love only the solutions begitu guruku selalu berpesan. Sebelum melakukan segala sesuatu kita di haruskan menyebutkan basmalah, meniatkan basmalah. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, dengan menyebutkan basmalah, dengan menyematkan basmalah di dalam kegiatan sehari-hari di harapkan kita menjadi lembut penuh kasih.


Kasih… kasih.. dan kasih hanya kasih yang bisa mendamaikan dunia ini, kasih… kasih dan hanya kasih yang bisa menyatukan kita di dalam kebinekaan dunia ini. Sahabat, jikalau Allah berniat menciptkan manusia dalam bentuk yang seragam dan serupa, bukanlah suatu kesulitan buat Dia yang maha segalanya itu, tetapi Allah menciptakan kita dalam kebergaman, dalam kebhinekaan agar kita semua dapat saling berkerjasama dan saling mengasihi.

No comments:

>>>

-



-