Oleh : Triwidodo Djokorahardjo.
Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan Kisah pada Relief Candi Penataran. Salah satu kisah menceritakan tentang Sang Setyawan. Mereka membicarakannya dengan referensi buku-buku pengetahuan tentang kesadaran karya Bapak Anand Krishna. Diantaranya buku “Bodhidharma, Kata Awal Adalah Kata Akhir” dan “Five Steps To Awareness, 40 Kebiasaan Orang Yang Tercerahkan, Karya Terakhir Mahaguru Shankara”.
29 July 2010
Renungan Tentang Jatidiri Dalam Kisah Sang Setyawan Pada Relief Candi Penataran
25 July 2010
METTA SUTRA
Inilah yang seharusnya dilakukan
Oleh orang yang berhati baik
Dan yang mengenal jalan-jalan kedamaian
Semoga mereka mampu dan tegak,
Lurus dan lembut dalam bicara.Rendah hati dan tidak sombong,
Puas dan mudah puas.
22 July 2010
Surat Buat Sahabat
- Dibagikan kepada yang mau membaca - itupun jika diizijnkan!!!
- Dibuat khusus untuk Jurnal Edukasi - Alternatif Wacana Pendidikan
- Sebuah Renungan Spiritual, Bukan Tulisan Ilmiah
21 July 2010
Negara “Merdeka” vs Negara “Terjajah”
Oleh Anand Krishna
“Saya telah berpergiaan keliling India dan tak pernah melihat satupun pengemis atau pencuri. Kekayaan semacam itu saya saksikan di seantero negara ini. Nilai moral, orang sekaliber tersebut, saya tak pernah berpikir bahwa kami dapat menjajah negara ini, kalau kami tidak mematahkan tulang punggung bangsa ini, yakni warisan spiritual dan budayanya. Oleh sebab itu, saya mengusulkan bahwa kami musti mengganti sistem pendidikan lama dan budaya mereka. Karena jika orang India berpikir bahwa budaya asing dan Inggris lebih baik dan lebih hebat dari budaya mereka sendiri, maka mereka akan kehilangan harga diri dan budaya lokal yang asli. Mereka pasti menjadi apa yang kita inginkan, bangsa yang sungguh terjajah.”
Kekerasan Atas Nama Fatwa
Oleh Muhamad Guntur Romli Aktivis Jaringan Islam Liberal
Kekerasan terhadap jemaah Ahmaddiyah Indonesia kembali terjadi. Sekitar seribu orang menyerbu perkampungan Ahmaddiyah di Neglasari Desa Sukadana kecamatan campaka Cianjur, jawa Barat. Senin (19/9) malam hingga Selasa (20/9) dini hari (Koran Tempo, 21/9) seperti dikeyahui ajaran Ahmadiyah di vonis sesat oleh majelis Ulama Indonesia. Saya tidak ingin menghubungkan fatwa MUI dengan tindakan criminal itu. Apalagi dalam rapat dengar pendapat umum antara Komisi VII DPR yang antara lain membidangi masalah keagamaan, dan MUI (31/8) Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma‘ruf Amien menafikan keterkaitan antara fatwa MUI dan aksi-aksi kekerasan (Jawa Pos, 1/9). Pernyataan senada disampaikan oleh Ma‘ruf Amien berkali-kali dalam pelbagai kesempatan. Dalam pertemuan itu juga, anggota Komisi VII, Agung Sasongko, “meminta MUI mengeluarkan fatwa baru mengenai larangan penyelesaian perbedaan pendapat lewat tindakan anarkhis dan kekerasan.”
Lebah Jantan Pedesaan Tidak Memperbaiki Masa Depan
Catatan Muhammad Abbasi
Sebuah terjemahan bebasMadrasah-madrasah terpencil mungkin mengubah anak-anak laki-laki menjadi lebah jantan liar, akan tetapi kemudian ada ribuan madrasah di seluruh wilayah pedesaan Pakistan yang akan menghasilkan jutaan lebah-lebah baru yang mungkin tidak akan menjadi pelaku bom bunuh diri tetapi sudah tidak selaras bagi kehidupan dunia. Anak-anak ini perlu diselamatkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
>>>
-
-
-





